Buat kamu para sobat muda yang sering insomnia, pasti udah nggak asing lagi sama drama rebahan berjam-jam tapi mata tetep melek. Kebiasaan doomscrolling media sosial sampai larut malam biasanya sering disalahkan saat tubuh mulai terasa lelah tapi otak ogah diajak kompromi. Namun, akhir-akhir ini beredar kabar bahwa sulit tidur sebenarnya bisa jadi sinyal kalau tubuh kamu lagi kekurangan asupan magnesium. Fenomena ini bikin banyak orang penasaran apakah hal tersebut fakta medis atau sekadar mitos di internet. Biar nggak makin nebak-nebak, yuk simak penjelasan lengkap dari kacamata medis!
Menurut penjelasan para dokter, kaitan antara magnesium dan kualitas tidur ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Mineral penting ini punya peran krusial dalam mengatur kerja sistem saraf serta mengontrol hormon melatonin yang bertugas membuat tubuh merasa rileks. Saat kadar magnesium dalam tubuh kamu mencukupi, otak akan lebih mudah memasuki fase istirahat dan pikiran jadi tidak gampang gelisah. Sebaliknya, kekurangan mineral ini dapat memicu ketegangan otot serta membuat siklus tidur jadi berantakan.
Kendati demikian, dokter juga mengingatkan bahwa magnesium bukanlah satu-satunya faktor penentu kenapa kamu sulit terlelap. Gaya hidup anak muda zaman sekarang yang hobi mengonsumsi kafein berlebihan dan terpapar sinar biru dari layar gadget tetap menjadi pemicu utama insomnia. Selain itu, tingkat stres akibat tugas atau pekerjaan yang menumpuk juga sangat mempengaruhi kondisi psikologis sebelum tidur. Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan kalau kamu kekurangan magnesium tanpa mengecek kebiasaan harianmu terlebih dahulu.
Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa mulai memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi bahan alami yang kaya akan magnesium seperti alpukat, pisang, dan kacang-kacangan. Selain nutrisi yang seimbang, menerapkan sleep hygiene seperti mematikan lampu dan menjauhkan ponsel satu jam sebelum tidur juga sangat disarankan. Jika kamu ingin mengambil suplemen tambahan, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis agar dosisnya sesuai. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, kualitas tidurmu pasti bakal meningkat dan tubuh terasa jauh lebih segar di pagi hari.
Penulis: Faldy Fabian Ramadhandi (Abidzar)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)