Lelah secara emosional itu nggak cuma dialami perempuan, tapi juga banyak pria—sayangnya sering banget disembunyikan. Banyak pria merasa harus terlihat kuat karena tuntutan maskulinitas, jadi mereka memilih pura-pura baik-baik saja. Padahal, kebiasaan ini justru bisa bikin emosi menumpuk dan berujung stres. Konsep seperti “man box” juga ikut memengaruhi, di mana pria merasa harus selalu tangguh. Akibatnya, mereka jadi kurang terbuka soal apa yang sebenarnya dirasakan.
Salah satu tanda yang sering muncul adalah kebiasaan bercanda atau melempar humor terus-menerus. Sekilas kelihatan santai dan happy, tapi bisa jadi itu cara mereka menutupi perasaan yang lagi berat. Humor sering dipakai sebagai “tameng” biar suasana tetap ringan. Jadi jangan langsung menganggap semuanya baik-baik saja. Kadang, di balik candaan itu, ada emosi yang lagi disembunyikan.
Selain itu, pria yang lagi lelah secara emosional biasanya cenderung menghindari obrolan yang terlalu dalam. Mereka lebih memilih ngobrol hal ringan daripada membahas perasaan atau masalah serius. Nggak cuma itu, banyak juga yang enggan mencari bantuan, bahkan saat lagi benar-benar butuh. Hal ini sering terjadi karena mereka takut dianggap lemah atau terlalu bergantung pada orang lain. Padahal, minta bantuan itu hal yang wajar dan justru penting buat kesehatan mental.
Tanda lainnya adalah jadi lebih mudah marah atau emosian. Walaupun terlihat tenang di luar, tekanan yang dipendam bisa keluar dalam bentuk kemarahan. Ini jadi salah satu cara mereka mengekspresikan perasaan yang nggak tersalurkan. Penting banget buat memahami tanda-tanda ini supaya bisa lebih peka, baik ke diri sendiri maupun ke orang terdekat. Intinya, mengekspresikan emosi itu sehat, dan semua orang—baik pria maupun wanita—punya hak buat merasa dan mengungkapkannya.
Penulis: Nakhwatunnida (Kiva)
Edotor: Nakhwatunnida (Kiva)