Sobat Muda, pernah nggak sih denger bunyi “kretek” waktu meregangkan jari, leher, punggung, atau bagian tubuh lainnya? Buat sebagian orang, bunyi itu bikin badan terasa lebih lega dan nyaman. Tapi di sisi lain, masih banyak yang takut kalau kebiasaan mengkretekkan sendi bisa bikin tulang atau persendian rusak. Padahal, bunyi tersebut sebenarnya cukup normal dan sering dialami banyak orang.
Menurut dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Jansen Lee, bunyi “kretek” itu bukan berasal dari tulang yang saling bergesekan. Bunyi tersebut muncul karena ada gas nitrogen yang terperangkap di dalam sendi. Saat sendi ditekuk atau diregangkan, tekanan di dalam sendi berubah secara tiba-tiba dan menghasilkan suara yang kita dengar sebagai bunyi “kretek”. Jadi, Sobat Muda nggak perlu langsung khawatir kalau sesekali mengalami hal tersebut.
Nggak heran kalau setelah bunyi itu muncul, tubuh terasa lebih ringan dan gerakan jadi lebih leluasa. Hal itu terjadi karena sendi terasa lebih longgar setelah mengalami perubahan tekanan. Selain itu, sampai sekarang juga belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau kebiasaan mengkretekkan jari atau sendi bisa menyebabkan kerusakan tulang. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara sendi yang sering dikeretekkan dan yang tidak.
Meski begitu, Sobat Muda tetap perlu hati-hati. Setelah sendi terasa lebih longgar, sebaiknya jangan langsung melakukan olahraga berat atau aktivitas yang membutuhkan banyak gerakan cepat. Olahraga seperti bulu tangkis, tenis, atau padel bisa meningkatkan risiko cedera jika dilakukan tepat setelah sendi dikeretekkan. Jadi, boleh saja menikmati sensasi lega setelah bunyi “kretek” muncul, tapi tetap perhatikan kondisi tubuh supaya tetap aman dan nyaman saat beraktivitas.
Penulis: Tsania Firda Noorrahmah (Chelsea)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)