Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dulu punya luas sekitar 81.793 hektare. Sekarang kondisi hutan alami tinggal sedikit banget. Hanya sekitar 12.561 hektare atau sekitar 15 persen dari luas awal yang masih tetap berfungsi sebagai habitat hutan alam.
Hutan di Tesso Nilo dulunya kaya banget. Di sana hidup ratusan jenis tumbuhan, sekitar 360 jenis flora di tiap hektar. Banyak spesies hewan langka juga tinggal di sana. Ada Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, berbagai primata, burung, ikan, reptil, bahkan ribuan jenis kumbang.
Masalah muncul ketika banyak lahan hutan diubah jadi kebun sawit ilegal atau permukiman. Banyak pihak tidak punya izin resmi tapi tetap membuka lahan. Alhasil ruang hidup hewan-hewan itu makin menyempit. Konflik antara manusia dan satwa liar makin sering terjadi
Pemerintah sekarang gerak cepat. Mereka bentuk tim khusus (Satgas PKH) untuk menertibkan kawasan dan menegakkan hukum. Pemerintah berharap TNTN bisa dikembalikan sebagai rumah bagi satwa langka dan pelindung ekosistem.
Kalau kamu peduli sama alam dan satwa langka, sebarkan info soal pentingnya menjaga TNTN. Ingat bahwa kelestarian hutan bukan cuma soal pohon dan hewan. Itu juga tentang kelangsungan air bersih, iklim, dan masa depan semua makhluk hidup di sana.
Penulis: Saniyatu Salsabila (Anya)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)