Aktivitas fisik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi, kebiasaan aktif bergerak secara rutin juga dapat membantu menjaga kebugaran dan menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Salah satu aktivitas yang cukup mudah dilakukan adalah lari.
Olahraga ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan jarak dan intensitas dengan kemampuan masing-masing, mulai dari berjalan cepat, jogging, hingga lari jarak jauh. Namun, olahraga lari tetap perlu dilakukan dengan persiapan yang tepat. Pemanasan, pemilihan jarak sesuai kemampuan, asupan nutrisi yang cukup, serta pemulihan setelah berolahraga menjadi bagian penting agar aktivitas fisik memberikan manfaat bagi tubuh.
Pesan mengenai pentingnya gaya hidup aktif tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan Herbalife Run 2026. Ajang lari tersebut diikuti sekitar 6.000 peserta dengan lima kategori, yakni 24K, 10K, 5K, Kids Run, serta Family & Friends Fun Walk. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan tingkat kebugaran, mulai dari komunitas lari hingga masyarakat umum.
Untuk kategori 24K dan 10K, penyelenggara juga menghadirkan sertifikasi pengukuran rute dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Pengukuran tersebut memberikan kepastian mengenai jarak lintasan yang ditempuh peserta. Akurasi jarak menjadi salah satu hal yang penting, terutama bagi pelari yang menjadikan perlombaan sebagai bagian dari evaluasi kemampuan.
Dengan jarak yang terukur, pelari dapat menyusun strategi pace, membandingkan catatan waktu, hingga memantau perkembangan performa dari satu perlombaan ke perlombaan berikutnya
Penulis: Alfi Laila (Nasywa)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)