Datang Telat Salat Jumat, Masih Sah Nggak Sih?

February 20, 2026

Buat sebagian orang, salat Jumat itu bukan cuma kewajiban, tapi juga momen kumpul, refleksi diri, dan recharge iman di tengah padatnya aktivitas. Tapi realitanya, nggak sedikit yang pernah datang telat karena macet, kelas, atau urusan mendadak. Nah, pertanyaannya, kalau datang telat terus cuma kebagian rakaat kedua, salat Jumatnya masih sah nggak sih? Topik ini sering bikin bingung, apalagi buat anak muda yang mobilitasnya tinggi. Yuk, kita bahas biar makin paham dan nggak ragu lagi.

 

Dalam kajian fikih, batas seseorang masih mendapatkan salat Jumat itu terletak pada momen rukuk bersama imam. Jadi, kalau jamaah masih sempat rukuk di rakaat kedua bareng imam, ia tetap dihitung mendapatkan satu rakaat. Setelah imam salam, jamaah tinggal menambah satu rakaat lagi buat menyempurnakan salat Jumatnya. Dalam kondisi ini, salatnya sah dan kewajiban Jumatnya tetap terpenuhi. Artinya, telat sedikit masih ada peluang, asalkan belum kelewat rukuk

Sebaliknya, kalau datang saat imam sudah bangkit dari rukuk rakaat kedua atau bahkan sudah tahiyat akhir, maka statusnya beda. Jamaah tetap mengikuti imam sampai selesai, tapi salatnya bukan lagi salat Jumat. Ia wajib melanjutkan salat Zuhur empat rakaat sebagai pengganti. Hal ini karena ia nggak mendapatkan satu rakaat salat Jumat secara utuh. Jadi, momen rukuk itu benar-benar jadi penentu penting.

Menariknya, khutbah Jumat punya kedudukan yang nggak kalah penting dari salatnya sendiri. Dalam banyak penjelasan ulama, dua khutbah sebelum salat dianggap sebagai pengganti dua rakaat dalam salat Zuhur. Makanya, datang lebih awal itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kesempurnaan ibadah Jumat. Selain itu, ada anjuran kuat buat datang lebih awal karena pahalanya berjenjang sesuai waktu kedatangan. Semakin cepat datang, semakin besar keutamaannya.

Menariknya, khutbah Jumat punya kedudukan yang nggak kalah penting dari salatnya sendiri. Dalam banyak penjelasan ulama, dua khutbah sebelum salat dianggap sebagai pengganti dua rakaat dalam salat Zuhur. Makanya, datang lebih awal itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari kesempurnaan ibadah Jumat. Selain itu, ada anjuran kuat buat datang lebih awal karena pahalanya berjenjang sesuai waktu kedatangan. Semakin cepat datang, semakin besar keutamaannya.

Penulis: Salsabila Axlie Maia (Kiera)

Editor: Nakhwatunnida (Kiva)

Recent