Isu fast fashion, limbah tekstil, dan krisis lingkungan jadi pembahasan utama dalam forum Dialogica #2 yang di adain di Sarijan Coffee Dermo pada Minggu, 17 Mei 2026. Diskusi terbuka dan nobar documenter itu datangi banyak mahasiswa dari kampus besar di Malang juga akademisi, pegiat lingkungan, dan sineas buat ngebahas dampak industri pakaian terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.
Di diskusi itu dijelaskan kalau kebiasaan membeli pakaian secara berlebihan juag memperparah persoalan limbah organik atau anorganik yang samapi sekarang pengelolaannya masih minim. Dalam sejarah kolonialisme, komoditas sandang kayak kapas juga jadi salah satu faktor besar lahirnya praktik eksploitasi. Muhammad Asyrofi Al Kindy menekankan pentingnya keseimbangan antara people, planet, dan profit buat ngehadapin persoalan lingkungan global saat ini.
Gede Ashari jelasin kalau pakaian yang diproduksi secara berlebihan akhirnya akan berubah jadi sampah global yang bakal terus menumpuk. Melalui forum Dialogica #2 “Menolak Punah”, peserta diajak buat lebih sadar sama dampak pola konsumsi berlebihan dan mulai membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kesadaran kecil yang dimulai dari diri sendiri diharapin mampu menjadi langkah nyata menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Penulis: Masya Nuzhatul Fikrah (Evelyn)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)