Air rendaman kurma alias nabeez lagi ramai dibahas, apalagi pas Ramadan. Minuman ini sebenarnya bukan hal baru, karena sudah dikenal sejak zaman Rasulullah sebagai minuman yang menyegarkan dan bernutrisi. Cara bikinnya simpel banget, cuma rendam kurma pakai air, tunggu beberapa jam, lalu diminum. Tapi meski kelihatannya aman-aman aja, ternyata ada hal penting yang nggak boleh disepelekan.
Yang perlu kamu tahu, kurma itu punya gula alami yang bisa berubah kalau didiamkan terlalu lama. Kalau prosesnya kebablasan, bisa terjadi fermentasi alami dan menghasilkan alkohol. Tanpa ditambah ragi pun, perubahan ini tetap bisa terjadi karena udara dan mikroorganisme di sekitar kita. Nah, di sinilah pentingnya kontrol waktu supaya minuman ini tetap halal dan aman dikonsumsi.
Biar nggak salah langkah, nabeez sebaiknya diminum dalam rentang waktu yang aman, biasanya maksimal 8–12 jam perendaman atau nggak lebih dari sehari kalau disimpan di kulkas. Kalau sudah muncul bau tajam, ada gelembung, atau rasanya berubah agak asam, itu tanda-tanda mulai fermentasi. Artinya, lebih baik jangan diminum lagi. Intinya, jangan sampai niat sehat malah jadi zonk gara-gara telat minum.
Buat sobat muda yang pengen hidup sehat tapi tetap sesuai syariat, nabeez bisa jadi pilihan minuman alami tanpa tambahan gula. Selain praktis, rasanya juga segar dan cocok diminum saat sahur atau buka puasa. Kuncinya cuma satu: jangan overstay di gelas.
Penulis: Febrilia Dwiyanti (Hilya)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)