UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan momen penuh makna lewat kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Gedung Ar Rahim Lantai 3 Kampus 3 pada Selasa (31/3). Acara ini terasa spesial karena dihadiri oleh Muhadjir Effendy, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus alumni IAIN Malang tahun 1978.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir menyampaikan refleksi yang nggak cuma bernostalgia, tapi juga penuh pesan penting untuk masa depan kampus. Ia mengapresiasi perkembangan UIN Maliki Malang yang semakin unggul, namun tetap mengingatkan agar civitas akademika tidak terlena. Menurutnya, persaingan dengan kampus lain, termasuk perguruan tinggi swasta, tetap harus jadi perhatian serius.
Suasana jadi semakin menarik ketika Muhadjir mengenang masa-masa IAIN Malang dulu sebagai tempat tumbuhnya mimpi dan kompetisi. Ia menggambarkan bagaimana atmosfer akademik dan organisasi saat itu mendorong mahasiswa untuk berkembang secara maksimal. Nilai-nilai seperti ini, menurutnya, penting untuk terus dijaga agar tetap menjadi kekuatan kampus.
Nggak cuma itu, Muhadjir juga menekankan pentingnya keberanian dalam menyampaikan gagasan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak ragu menunjukkan pemikiran yang dimiliki, karena hal tersebut bisa menjadi kontribusi berharga di masa depan. Bahkan, ide-ide yang lahir hari ini bisa menjadi pijakan penting bagi generasi berikutnya.
Di akhir refleksinya, Muhadjir menyoroti peran besar lingkungan dalam menentukan keberhasilan. Ia menegaskan bahwa suasana yang positif dan suportif bisa menjadi kunci utama dalam menciptakan prestasi. Dengan atmosfer yang baik, bukan hal yang mustahil bagi UIN Maliki Malang untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Penulis: Tania Diana Kamila Mustofa (Zoey)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)