Khotmil Quran Jadi Langkah Awal FUSI UIN Malang

August 4, 2026

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka langkah barunya dengan menggelar Khotmil Quran. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, di kantor baru FUSI. Momen tersebut menjadi kegiatan perdana setelah Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, M.H. resmi dilantik sebagai dekan pertama FUSI. Suasananya berlangsung khidmat dengan diikuti para dosen dan mahasiswa tahfidz. Sebanyak 20 mahasiswa tahfidz ikut menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Quran sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa untuk perjalanan FUSI ke depannya.

 

Pemilihan Khotmil Quran sebagai kegiatan pembuka tentu bukan tanpa alasan. Bagi Prof. Erfaniah Zuhriah atau yang akrab disapa Prof. Erfa, kegiatan ini menjadi cara untuk mengawali perjalanan FUSI dengan doa dan nilai-nilai spiritual. Apalagi, membangun fakultas baru bukan perkara yang langsung beres dalam sekali langkah karena masih ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi. Meski begitu, Prof. Erfa tetap optimistis FUSI bisa berkembang dengan dukungan dan kerja sama seluruh sivitas akademika. Ia juga berharap FUSI nantinya mampu menjadi salah satu fakultas unggulan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Di tengah proses membangun fondasi fakultas, FUSI saat ini sudah memiliki 936 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut masih memungkinkan untuk terus bertambah, apalagi pada tahun akademik 2026 FUSI menargetkan menerima 250 mahasiswa baru. Dari sisi organisasi, struktur FUSI juga masih dalam tahap penguatan. Saat ini, fakultas dipimpin oleh seorang dekan dan satu wakil dekan yang sekaligus menangani beberapa bidang. FUSI juga sudah memiliki Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi untuk Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir serta Ilmu Hadis.

 

Lewat Khotmil Quran ini, FUSI ingin menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari langkah awal dalam membangun kehidupan akademik. Jadi, fokus FUSI ke depan bukan cuma soal pendidikan, tetapi juga pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. FUSI juga punya target untuk menjadi pusat pengembangan kajian keushuluddinan yang dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk menuju ke sana, Prof. Erfa mengajak seluruh keluarga besar UIN Malang untuk ikut ambil bagian dalam mendukung perkembangan FUSI. Dengan semangat, kerja sama, dan doa bersama, perjalanan FUSI diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

Penulis: Lula Muztahidah (Mazaya)

Editor: Nakhwatunnida (Kiva)

 

Recent