Siapa sangka film komedi lokal bisa sampai menggeser film superhero Marvel? Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia setelah mengumpulkan 10.980.933 penonton selama masa penayangannya. Film garapan sutradara Muhadkly Acho ini berhasil melewati jumlah penonton Avengers: Endgame yang sebelumnya berada di posisi teratas dengan 10.976.338 penonton. Pencapaian tersebut membuat film lokal kembali menunjukkan besarnya antusiasme penonton Indonesia terhadap karya dalam negeri.
Film yang diproduksi oleh Imajinari ini dibintangi oleh Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Ceritanya mengikuti empat polisi yang gagal dalam menjalankan tugas dan mendapat kesempatan terakhir untuk menyelesaikan sebuah misi. Mereka harus menyamar di sebuah panti jompo untuk mencari seorang buronan yang terlibat dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Kombinasi komedi, karakter yang absurd, dan cerita yang tetap punya unsur misteri menjadi salah satu daya tarik film ini.
Menariknya, pencapaian Agak Laen: Menyala Pantiku! tidak terjadi secara tiba-tiba. Pada awal Januari 2026, film ini sudah lebih dulu mencatat rekor setelah menembus 10,25 juta penonton dan menggeser Jumbo sebagai film Indonesia terlaris saat itu. Beberapa bulan kemudian, jumlah penontonnya terus bertambah hingga akhirnya mencapai angka 10.980.933. Artinya, film ini berhasil melewati dua rekor besar sekaligus dalam perjalanan box office-nya.
Kesuksesan ini juga jadi bukti kalau film Indonesia punya tempat yang kuat di hati penonton lokal. Genre komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, ditambah kehadiran para komika yang sudah familiar di kalangan anak muda, membuat Agak Laen: Menyala Pantiku! mudah menjadi bahan obrolan di media sosial maupun tongkrongan. Buat Sobat Muda yang belum sempat nonton, film ini bisa masuk watchlist kalau lagi cari tontonan lokal yang ringan dan menghibur. Jadi, sudah ikut jadi bagian dari hampir 11 juta penonton Agak Laen belum?
Penulis::Naila Qeysha Sabita (Ghefira)
Editor: Nakhwatunnida (Kiva)