Prambanan Jazz Festifal ke-12 Resmi Berakhir, Tiga Hari Penuh Euforia Bikin Susah Move On

July 9, 2026

Prambanan Jazz Festifal ke-12 resmi berakhir setelah tiga hari berjalan dengan seru di kawasan Candi Prambanan. Ribuan penonton memadati area festifal untuk menyaksikan penampilan musisi favorit mereka, mulai dari Michael Learns to Rock, Xdinary Heroes, NIKI, Joey Alexander, Henry Moodie, hingga The Rose. Kehadiran para musisi tersebut berhasil menciptakan suasana yang meriah sekaligus menjadi pengalaman yang sulit dilupakan bagi para penggemar. Festival ini sekali lagi membuktikan bahwa musik mampu menyatukan banyak orang dalam satu momen yang penuh kebahagiaan.

 

Tak hanya menghadirkan konser, Prambanan Jazz juga menyuguhkan berbagai pertunjukan seni yang membuat pengalaman menonton terasa lebih lengkap. Salah satunya adalah pertunjukan Wayang Bocor karya Eko Nugroho yang ditutup dengan penampilan Didi Nini Thowok di hari terakhir. Festival ini juga tetap membawa semangat jazz melalui program Playing Jazz, dimana sejumlah musisi tampil dengan sentuhan jazz yang khas. perpaduan musik modern dan budaya tradisional menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Prambanan Jazz berbeda dari festival musik lainnya.

 

Prambanan Jazz juga memberikan ruang bagi musisi muda untuk terus berkembang melalui program I’m Jazz A Kids. Selain itu, panggung Langgam menghadirkan suasana yang lebih santai sehingga penonton bisa menikmati musik dari jarak yang lebih dekat. Di balik kemeriahan acara, penyelenggara juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengelola sampah selama festival dan memanfaatkan bahan bakar hasil pengolahan limbah plastik di salah satu area panggung. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan festival yang lebih ramah lingkungan.

 

Tahun ini, lebih dari 85 ribu penonton ikut meramaikan Prambanan Jazz Festival ke-12. Meski penyelenggara mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, mereka berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya. dengan oper[paduan musik, seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan, Prambanan Jazz kembali menjadi festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan. tak heran jika banyak penonton sudah menantikan untuk kembali menikmati suasana Prambanan Jazz di tahun depan.

Penulis: Wisia Rahayu Herla Hidayanto (Ingrid)

Editor: Nakhwatunnida (Kiva)

 

 

 

Recent