FITK UIN Malang baru saja resmi meluncurkan program “Quranic Academic-Talks” di Gedung Megawati pada Rabu (11/03) kemarin. Acara grand opening ini dihadiri sekitar 75 peserta, mulai dari dosen, aktivis organisasi mahasiswa, hingga mahasiswa asing yang antusias bergabung. Program ini sengaja dibentuk sebagai wadah baru bagi civitas akademika untuk berdialog dan mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang mendalam.
Dekan FITK, Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa kemajuan sebuah kampus tidak boleh hanya diukur dari megahnya bangunan fisik semata. Beliau berpesan agar kualitas cara berpikir para akademisinya juga harus sebanding dengan kemegahan fasilitas yang ada di kampus. Fokus utamanya adalah memperkuat tradisi intelektual agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga punya landasan nilai yang kuat.
Satu hal yang paling disoroti dalam acara ini adalah tantangan besar di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau AI. Pak Dekan mewanti-wanti agar mahasiswa tidak “terkecoh” atau kalah saing dengan teknologi tersebut sampai melupakan etika kejujuran ilmiah. Harapannya, forum ini bisa membangun atmosfer kampus yang kritis, terbuka terhadap kritik, dan tetap berpegang pada referensi yang benar agar terhindar dari budaya plagiasi.
Penulis: Hengki Arga Saputra (Billy)i
Edtor: Nakhwatunnida (Kiva)