Rumah produksi Korea Selatan, Barunson E&A, resmi membeli hak remake untuk tiga film dari rumah produksi Indonesia, Imajinari. Ketiga film itu adalah Agak Laen, Agak Laen 2, dan Tinggal Meninggal. Kesepakatan ini diumumkan pada awal Mei 2025 dan jadi bagian dari strategi Barunson buat makin aktif di pasar Asia Tenggara yang lagi berkembang pesat. Sebelumnya, Barunson juga pernah terlibat di beberapa proyek film Indonesia seperti 13 Bombs, Respati, dan versi terbaru Rangga & Cinta yang dibuat ulang sebagai reboot dari cerita lama yang pernah populer.
Menurut CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, Imajinari dinilai punya kemampuan kuat dalam bikin cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita-ceritanya tentang keluarga, cinta, dan hubungan antarmanusia, tapi dibawakan dengan cara yang segar dan menyenangkan. Karena itu, Barunson tertarik buat membawa karya-karya Imajinari ke pasar global dan memperkenalkan suara kreatif dari Indonesia ke audiens yang lebih luas.
Salah satu film yang di-remake, Agak Laen, jadi hit besar di Indonesia. Film ini berhasil meraih lebih dari 9 juta penonton dan kini ada di posisi kedua sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Kesuksesan itu bikin Imajinari lanjut produksi Agak Laen 2 yang dijadwalkan tayang akhir 2025. Padahal awalnya film ini sempat dipandang sebelah mata, tapi ternyata meledak banget di pasaran.
Sementara itu, Tinggal Meninggal merupakan film dark comedy yang disutradarai Kristo Immanuel. Ceritanya tentang seorang pria kesepian yang mulai berbohong demi dapat perhatian, tapi lama-lama kebohongannya makin rumit. Film ini direncanakan tayang di bioskop pada Agustus 2025. Lewat kerja sama ini, Barunson makin menunjukkan keseriusannya buat bawa cerita-cerita unik dari Indonesia ke dunia internasional.
Penulis: Lula Muztahidah (Mazaya)
Editor: Muaimin Saifullah (Gibran)